Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Minggu, 03 Juli 2011
biarkan ku menangis
saat aku ingin menangis..
aku menangis..
saat ku ingin teriak..
lantang tak terkira kukeluarkan semuanya
beban ini menjadi saksi
betapa Tuhan ingin aku baik
Tuhan ingin aku sadar
bahwa disemua kehidupan..
tak ada kesenangan yang benar2 mutlak
semua harus dibayar dengan harga
yang pantas..
Jumat, 01 Juli 2011
Hujan . . .
Suatu waktu dalam hidupmu
Kala hujan dengan keras menerpamu
Di saat itulah kau akan belajar
Menikmati awan kelabu
Suatu hari dalam hidupmu
Kala hujan menyapamu dengan badainya
Di saat itulah kau akan belajar
Menikmati rasa sakitnya
Aku tahu pelangi kan datang
Menghangatkanku dengan indah bias sinarnya
Tapi masihkah aku di sini?
Harap yang Sederhana
Tuhan...
Bolehkah aku memohon satu hal kecil padaMu?
Biarkanlah aku tetap berjalan dalam harapku
Harapku yang memang hanya sederhana
Sekeras apapun ombak itu menghantam karangku
Sedingin apapun salju itu menggigit kulitku
Takkan berguna karena ia t'lah membaja
Takkan berhasil karena ia t'lah membeku
Bolehkah aku memohon satu hal kecil padaMu?
Biarkanlah aku tetap berjalan dalam harapku
Harapku yang memang hanya sederhana
Sekeras apapun ombak itu menghantam karangku
Sedingin apapun salju itu menggigit kulitku
Takkan berguna karena ia t'lah membaja
Takkan berhasil karena ia t'lah membeku
Waktu memang akan membunuhku
Kejam, diam-diam
Senyum,
Anggap saja itu tak ada
Jika kau lihat ini raga
Jiwa itu telah sakit, lama
Tuhan...
Bila nanti tiba pada suatu masa
Masa dimana diriku t'lah tiada
Ukirkanlah padanya, senyum indah merona
kangen
Kau takkan mengerti bagaimana kesepianku
Menghadapi kemerdekaan tanpa cinta
Kau takkan mengerti segala lukaku
Karena cinta telah sembunyikan pisaunya
Membayangkan wajahmu adalah siksa
Kesepian adalah ketakutan dan kelumpuhan
Engkau telah menjadi racun dalam darahku
Apabila aku dalam rindu dan sepi
Itulah berarti,
Aku tungku tanpa api
~ WS Rendra ~
PUISI ku PADA SEBUAH BATU NISAN
Ketika aku muda, aku ingin mengubah seluruh dunia.........
Lalu aku sadari, betapa sulit mengubah seluruh dunia ini, lalu aku putuskan untuk mengubah negaraku saja.
Ketika aku sadari bahwa aku tidak bisa mengubah negaraku, aku mulai berusaha mengubah kotaku.
Ketika aku semakin tua, aku sadari tidak mudah mengubah kotaku. Maka aku mulai mengubah keluargaku.
Kini aku semakin renta, air mataku mengalir tak terasa, bajuku basah dengan air mata. Ternyata aku pun tak bisa mengubah keluargaku.
Aku sadari bahwa satu-satunya yang bisa aku ubah adalah diriku sendiri.
Tiba-tiba aku tersadarkan bahwa bila saja aku bisa mengubah diriku sejak dahulu, aku pasti bisa mengubah keluargaku dan kotaku.
Pada akhirnya aku akan mengubah negaraku dan aku pun bisa mengubah seluruh dunia ini.
Tidak ada yang bisa kita ubah sebelum kita mengubah diri sendiri.
Tak bisa kita mengubah diri sendiri sebelum mengenal diri sendiri.
Takkan kenal pada diri sendiri sebelum mampu menerima diri ini apa adanya.
Langganan:
Postingan (Atom)


