`
Tampilkan postingan dengan label tentang indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tentang indonesia. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 Juli 2011

Jakarta Ternyata Sudah 13 Kali Ganti Nama

 

Usia Jakarta nyaris 5 abad. Dari sebuah bandar kecil di muara Sungai Ciliwung, Jakarta kini berkembang menjadi kota metropolis. Tidak ada lagi rawa-rawa. Sejauh mata memandang, hanyalah gedung-gedung pencakar langit.Tapi tahukah Anda? Jakarta yang kini menginjak usia 484 tahun sudah 13 kali berganti nama. Data Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyebutkan, cikal bakal Jakarta adalah sebuah kota bernama Kalapa. Laporan para penulis Eropa di abad 16 menyebutkan, Kalapa saat itu menjadi bandar utama kerajaan Hindu bernama Sunda yang ibukotanya Padjajaran.

Namun pada 22 Juni 1527, Fatahillah yang kemudian menjadi penguasa mengganti nama Sunda Kalapa menjadi Jayakarta. Sesuai Keputusan DPR Kota Sementara No. 6/D/K/1956, tanggal itu kemudian dicanangkan sebagai hari jadi kota Jakarta.

Berikut nama-nama yang pernah menjadi sebutan untuk Jakarta:

1. Pada Abad ke-14 bernama Sunda Kelapa sebagai pelabuhan Kerajaan Pajajaran

2. Tanggal 22 Juni 1527 oleh Fatahilah, diganti nama menjadi Jayakarta

3. Tanggal 4 Maret 1621 oleh Belanda untuk pertama kali bentuk pemerintah kota bernama Stad Batavia

4. Tanggal 1 April 1905 berubah nama menjadi ‘Gemeente Batavia’

5. Tanggal 8 Januari 1935 berubah nama menjadi Stad Gemeente Batavia

6. Tanggal 8 Agustus 1942 oleh Jepang diubah namanya menjadi Jakarta Toko Betsu Shi

7. Pada September 1945 pemerintah kota Jakarta diberi nama Pemerintah Nasional Kota Jakarta

8. Tanggal 20 Februari 1950 dalam masa Pemerintahan Pre Federal berubah nama menjadi Stad Gemeente Batavia

9. Tanggal 24 Maret 1950 diganti menjadi Kota Praj’a Jakarta

10. Tanggal 18 Januari 1958 kedudukan Jakarta sebagai daerah swatantra dinamakan Kota Praja Djakarta Raya

11. Tahun 1961 dengan PP No. 2 tahun 1961 jo UU No. 2 PNPS 1961 dibentuk Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Raya

12. Tanggal 31 Agustus 1964 dengan UU No. 10 tahun 1964 dinyatakan Daerah Khusus Ibukota Jakarta Raya tetap sebagai Ibukota Negara Republik Indonesia dengan nama Jakarta.

13. Tahun1999, melalaui UU No 34 tahun 1999 tentang Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Negara Republik Indonesia Jakarta, sebutan pemerintah daerah berubah menjadi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dengan otonominya tetap berada di tingkat provinsi dan bukan pada wilayah kota. Selain itu wilayah DKI Jakarta dibagi menjadi 6, yakni 5 wilayah kotamadya dan satu kabupaten administratif Kepulauan Seribu.

Senin, 27 Juni 2011

masihkah veteran perang ini berteriak MERDEKA??

cuma mau mngingatkan kembali dan menjadi kenyataan yg tak pernah ada perbaikan
untuk mantan pejuang kemrdekaan
yg saya sebut 
 
PAHLAWAN
  VETERAN PERANG KEMERDEKAAN MENGAMEN UNTUK BISA MAKAN
Dulu, saya percaya benar pasti Pa Icun membela negara ini tanpa rasa Pamrih… tapi apakah pantas balasan ini yang kita berikan kepada orang yang mati-matian memperjuangkan kemerdekaan trus sekarang juga harus mati-matian untuk menyambung hidup?? Apakah ini balasan bangsa yang besar terhadap para pahlawannya?

Pada tayangan di televisi itu Bisa dilihat ternyata Pa Icun juga memiliki Piagam tanda jasa Veteran. tapi saat piagam itu beliau ajukan untuk sekedar mendapatkan biaya kesejahteraan… Apa yang beliau dapatkan?? cuma tiga buah kata yang itu-itu saja, yaitu Pa Icun disuruh “Sabar, sabar dan sabar”.

Semoga Pa SBY selain menabur bunga di taman makam pahlawan.. beliau juga mau berkunjung ke rumah para veteran yang terlantar ini atau paling tidak, beliau lebih memperhatikan nasib para pejuang yang sekarang masih “berjuang” ini.

Nama pejuang yang terlupakan itu, Pa Icun Rusman namanya…kalau tidak salah beliau sekarang tinggal di kompleks perumahan di daerah cisokan, Bandung. Mungkin masih banyak “Pa Icun-Pa Icun” yang lain yang mungkin nasibnya lebih memprihatinkan lagi??  

Minggu, 26 Juni 2011

Laskar tak berguna (veteran perang)




"Indonesia tanah air beta

disana tempat lahir beta,

dibuai dibesarkan bunda,

Tempat berlindung di hari Tua...

Hingga nanti menutup mata"





Laskar tak berguna (veteran perang)
begitulah sebutan sadis untuk para pejuang bangsa ini,
namun itulah yang terjadi saat ini.
dan inilah penghargaan yang leleki tua itu terima,
setelah dia bersama semua kawan-kawan nya membela negara ini .


Dan untuk rasa terima kasih untuk Kemerdekaan Indonesia, kami pemuda-pemudi Indonesia memberikan penghargaan sebesar-besarnya kepada pejuang yang telah mengorbankan darah dan air mata mereka untuk bangsa yang tidak tahu terima kasih ini.